Selain itu, Erick mengatakan penggabungan Pelindo akan meningkatkan daya saing tingkat global, di tengah gencarnya pemerintah menurunkan biaya logistik.
“Integrasi ini menempatkan Pelindo menjadi operator terminal peti kemas terbesar ke-8 di dunia,” kata Erick.
Sebelumnya, Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo, mengatakan tujuan merger adalah untuk mewujudkan industri kepelabuhanan nasional yang lebih kuat, meningkatkan konektivitas maritim di seluruh Indonesia, serta meningkatkan kinerja dan daya saing BUMN di bidang kepelabuhanan.
Dalam rancangan penggabungan, Pelindo II akan menjadi Perusahaan Penerima Penggabungan. Sementara Pelindo I, Pelindo III, dan Pelindo IV akan bubar demi hukum tanpa proses likuidasi. Nantinya entitas hasil merger akan menggunakan PT Pelabuhan Indonesia.Sumber: Kumparan