Palangka Raya : Banjir terjadi di Kecamatan Arut Utara, Palangka Raya, Kalimantan Tengah disebabkan tingginya curah hujan dan meluapnya Sungai Arut, Sabtu (4/9/2021).
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Kalteng, Erlin Hardi mengatakan, di Kecamatan Arut Utara banjir melanda Desa Sambi.
Tercatat, sebanyak 40 KK dengan 144 jiwa terdampak, 40 unit rumah terendam air. Di Desa Sungai Dau sebanyak 14 KK, 40 jiwa, 11 unit rumah terendam air.
Kemudian, Desa Panahan sebanyak 60 KK dengan 174 jiwa terdampak, 43 unit rumah terendam. Desa Pandau, 18 KK dengan 58 jiwa terdampak serta 16 unit rumah terendam. Desa Gandis, 64 KKterdampak, 64 unit rumah.
Desa Penyombaan, 75 KK dengan 186 jiwa terdampak, 75 unit rumah terendam. Desa Kerabu 74 KK dengan 50 jiwa terdampak, 30 unit rumah terendam. Desa Sukarami 50 KK dengan 131 jiwa terdampak, 44 unit rumah terendam. Desa Riam 24 KK dengan 58 jiwa terdampak, 24 unit rumah terendam. Desa Nanga Mua, 64 KK dengan182 jiwa terdampak, 50 unit rumah terendam dan Kelurahan Pangkut sebanyak 328 KK dengan 580 jiwa dan 300 unit rumah terendam air.
“Total korban terdampak sebanyak 811 kepala keluarga, 1.603 jiwa, 697 unit rumah terendam air. Kebutuhan mendesak seperti air bersih, sandang, pangan dan kesehatan,” kata Erlin Hardi, Sabtu (4/9/2021).
Menurutnya, upaya yang sudah dilakukan, membagikan paket beras 5 kilogram masing-masing KK.
“Dari Polres setempat sebanyak 100 kilogram. Pendirian posko pengungsi dan dapur umum di depan Gedung Tolak Begolak Aula Kelurahan Pangkut serta bantuan paket sembako dari PT KTH dan BPBD setempat,” imbuhnya.
Sebelumnya, banjir juga melanda Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). (imr)Sumber: RRI.co.id