MEDIA INFO NUSANTARA.COM – Pemprov DKI Jakarta menyatakan, situasi saat ini, ketika banyak pelonggaran dalam PPKM Level 1 merupakan fase yang kritis, dan jangan dianggap enteng.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria masih waspada.
“Jadi, sekarang cukup kritis situasinya jangan dianggap enteng,” tutur Riza di Balai Kota Jakarta, Rabu (3/11/2021). Dikutip dari RRI.co.id
Riza menjelaskan, jumlah orang yang telah menerima suntikan vaksin terus bertambah. Hanya saja di sisi lain potensi interaksi semakin meningkat ketika banyak pelonggaran kegiatan.
Apa lagi menjelang libur Natal dan Akhir Tahun.
“Dinkes harus rutin melakukan tracking dan tracing virus Covid-19 setiap awal pekan,” kata Riza.
Ia pun mengklaim alat-alat yang dimiliki pihaknya telah mampu membaca varian Delta Plus yang menyebabkan lonjakan kasus di Singapura.
“Ya itu kan juga terus dilakukan, upaya dari Dinkes terus dilakukan untuk memastikan virus-virus baru nanti kita akan sampaikan dari Dinkes ya,” tegasnya.
Sebelumnya, pemerintah kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali mulai 2-15 November 2021.
Perpanjangan itu tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) 57/2021 tentang PPKM Level 3, Level 2, dan Level 1 Jawa-Bali
Dalam aturan ini, tertulis daftar level PPKM per wilayah. Banyak daerah yang turun level bahkan menjadi PPKM Level 1, salah satunya DKI Jakarta.
Sementara, Kementerian Kesehatan tak menampik bila Gelombang Ketiga Covid-19 pasti terjadi di Indonesia. Mengingat virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 memiliki sifat yang bisa menimbulkan gelombang epidemi berkali-kali, sehingga lonjakan infeksinya tidak cukup dengan satu gelombang.
Hal ini berkaca dari yang terjadi di negara dengan cakupan vaksinasi tinggi seperti Inggris, serta Amerika Serikat.
Gelombang ketiga ini diprediksi terjadi setelah Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. Karena pada peringatan tersebut, mobilitas masyarakat meningkat.
Kini, lonjakan kasus Covid-19 juga dirasakan negara tetangga yakni Singapura. Mereka menemukan varian Delta Plus yang merupakan mutasi dari varian Delt.
Jenis varian ini yang sempat menyebabkan lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia pada periode Juni-Juli 2021 lalu.