Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pedoman Hidup Bangsa Indonesia

Berpikir Rasional Tak Selalu Membuat Hidup Lebih Mudah, Psikolog Jelaskan Alasannya

Ilustrasi. Berpikir rasional tidak selalu membuat seseorang lebih mudah menghadapi persoalan hidup. (Pexels)

Memahami kenyataan tidak selalu membuat persoalan hidup lebih mudah dihadapi. Bahkan, berpikir rasional belum tentu membuat seseorang merasa lebih baik atau mengetahui langkah yang harus diambil ketika menghadapi masalah.

Psikolog Daniel Marston, Ph.D., mengatakan kemampuan melihat persoalan secara rasional memang penting. Namun, mengetahui fakta dan memahami keadaan belum cukup untuk menentukan bagaimana seseorang harus bertindak.

“Kita sering berharap bahwa dengan memahami realitas suatu situasi, kita akan mampu menghadapinya atau mengetahui langkah apa yang harus diambil. Namun, bukan seperti itulah cara kerja realitas,” kata Marston dalam artikelnya di Psychology Today, seperti dikutip dari Antara, Rabu, 4 November.

Menurut Marston, banyak orang menganggap memahami kenyataan sebagai jalan keluar dari persoalan. Padahal, menerima bahwa sesuatu memang terjadi tidak otomatis membuat seseorang tahu cara menghadapinya.

Karena itu, berpikir rasional perlu disertai pemahaman tentang nilai, tujuan, dan hal-hal yang dianggap penting dalam hidup.

“Jadi, solusinya bukanlah meninggalkan cara berpikir rasional, melainkan menjalani hidup dengan cara yang lebih rasional,” ujarnya.

Marston menjelaskan, menjalani hidup secara rasional tidak cukup hanya dengan mengetahui apa yang terjadi pada diri sendiri atau lingkungan sekitar.

Seseorang juga perlu memahami apa yang ingin dicapai dalam hidup dan mengapa hal tersebut penting baginya.

Pemahaman itu dapat membantu seseorang menentukan sikap ketika menghadapi kenyataan yang tidak sesuai dengan harapan.

Namun, Marston mengingatkan bahwa kemampuan menerima kenyataan tidak selalu membuat seseorang merasa nyaman.

“Mengenali realitas tidak berarti Anda akan merasa nyaman dengannya. Tekanan justru bisa menjadi motivator kuat untuk menentukan secara lebih mendalam bagaimana Anda memandang suatu situasi,” katanya.

Menurut Marston, perasaan tertekan ketika menghadapi kenyataan tidak selalu harus segera dihilangkan. Kondisi tersebut dapat mendorong seseorang meninjau kembali cara memandang persoalan yang sedang dihadapi.

Menariknya, menjalani hidup secara rasional juga tidak berarti seseorang harus selalu mengambil tindakan untuk menyelesaikan masalah.

Dalam keadaan tertentu, keputusan paling masuk akal justru tidak melakukan apa pun, setidaknya untuk sementara waktu.

Marston menilai seseorang perlu memahami bahwa tidak semua keadaan dapat diubah, sekalipun kenyataan tersebut terasa mengganggu.

“Sekadar menerima bahwa suatu kenyataan mengganggu Anda, sembari mengakui bahwa Anda tidak dapat mengubahnya, dengan sendirinya bisa bermanfaat,” ujar Marston.

Sumber: VOI

Facebook
Twitter
LinkedIn
YAMA FLORIST & NusantaraGrafis HP/WA.0812 88729 886 - 0851 7431 3368

Share this: